07 Jan 2009 Reuni dua windu
 |  Category: Nostalgia  | Tags: ,

Gokil’. Kata yang belum jelas asal-usulnya. Terkadang berarti ‘keren’, lain waktu bermakna ‘gila’. Pastinya jauh dari kesan akademis. Namun, tetap saja bagiku sahabat-sahabatku ini layak disebut gokil. Tiga orang papan atas di SMP-ku. SMP Negeri terfavorit di Bandung. Cerdas, pandai dalam banyak hal, namun luwes dalam pergaulan. Padanan sifat yang sulit ditemui dua windu yang lalu.

Siang itu kita bertemu kembali. Satu dari Osaka, memang jauh. Dua dari Jakarta, tapi serasa sama jauhnya. Dunia kita berempat memang berbeda. Dua tahun serasa seabad. Namun ajaib, detik pertama bersalaman perbedaan itu lumer seketika. Tak lagi terasa umur kita telah bertambah dua windu. Hanya ada memori lampau. Cerita-cerita unik, manis, indah, penuh makna, dan canda tawa. Café Oh La-la Ciwalk itu serasa maya, hidangan pun telah habis, pengunjung telah berulang berganti. Kita tak peduli. Cerita demi cerita seakan tak kunjung habis. Menyenangkan sekali, bahkan hingga saat karaoke tiba sekalipun.

Lagu-lagu penuh makna, penuh kisah, penuh nostalgi dan tentu saja suara fals yang penuh tawa. Terimakasih sahabat-sahabat SMP-ku. Semoga finomena ini tidak hanya untuk sekali ini saja.

(sepenggal kisah 1 Januari 2009)

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Responses

  1. Aaaah ga ngajak-ngajak euy… pasri kurang begitu “fals” nyanyinya tanpa saya….

  2. heheheh.. kan spesial 1F kang, lagipula cukup fals tenor, jangan ada fals bass lagi..

  3. Oooh spesial 1F ya? phiuh syukurlah saya ga ikut, kalo ikut pasti sudah tenggelam dalam lautan saliva….

Leave a Reply