04 Jun 2010 Palestina cintaku
 |  Category: Pesan dalam pesona  | Tags: ,

Palestine, I’m here for you”.
Guratan penuh kasih itu membuatku terdiam. Membisu pada spanduk yang terikat di jembatan penyeberangan medan merdeka. Membisu di antara riuh rendah para pembawa bendera merah-hitam-putih-hijau. Membisu, namun lantang. Lantang menghunjam hatiku yang langsung menjerit. Gelisah dudukku terhenti. Satu jam sudah aku disini. Di taxi sejuk yang tak bergeming dalam kepungan deru sesamanya.

“Allahu Akbar! Allahu Akbar!”  Terdengar seruan tangguh melawan deru sombong kendaraan yang berjalan pelan dalam lautan bendera. Anak-anak suci berjilbab putih mengangkat bendera kecilnya. Mereka membuat bendera itu semalaman. Pemuda-pemuda berjanggut tipis tak henti bertakbir. Mereka tak tidur semalaman. Pemudi-pemudi anggun tak hentinya berdo’a. Mereka pun menangis semalaman.

Sedang aku? Sedang apa aku semalam? Sedang apa aku sekarang?
Mengejar rapat tak bermakna. Mencari kebahagiaan dunia fana. Memikul beban gelar sarjana. Mengais rezeki tak seberapa. Sementara disana..

Saudara-saudaraku merintih perih di seberang benua. Saudari-saudariku meregang nyawa dalam syahid. Adik-adik kecilku menangis pilu dalam pelukan sang bunda yang bersimbah darah. Sahabat-sahabatku yang pemberani mengantar peluru bersambut rudal. Ya Rabb, kekasih-kekasih-Mu ada di sana. Lalu siapa aku ini? Sudikah Engkau sekadar melirik untuk makhluk nista sepertiku?
Di hadapan-Mu, jiwa ini malu. Raga ini bodoh. Derajat ini rendah. Hati ini pengecut. Aku iri. Sungguh iri pada mereka.

Mereka disana mati, tapi hidup..

Aku disini hidup, tapi mati…

Foto: semangat99.wordpress.com

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply