18 Nov 2008 Desir senggigi
 |  Category: Pesan dalam pesona  | Tags: ,

Senggigi mendesir sore itu. Perahu nan jauh mulai melaju. Di sisi pasir putih, nelayan bercengkerama. Seorang turis asing mendekatiku. “Lombok lebih menarik dari Bali. Bali terlalu ramai”, ujarnya. Aku hanya tersenyum. Saat itu aku belum pernah ke Bali. Tak lama kemudian dia pergi menghampiri kedua anaknya yang sedang riang mengejar ombak. Aku mengamati mereka sebentar dan kembali menerawang jauh. Betapa lautan sangat misterius. Begitu luas, begitu perkasa, namun menyimpan rahasia yang dalam di setiap jengkalnya.

Aku memeluk lututku. Kubenamkan jemari kakiku dalam selimut pasir yang sejuk. Senja kian menguning. Laut mulai menelan matahari. Panorama luar biasa untuk seseorang yang sejak lahir tinggal jauh dari pantai. Entah kenapa tiba-tiba khayalan tsunami muncul di benakku. Aku bergidik sendiri. Betapa kuasa-Nya tidak terkira. Kubayangkan sebuah jari besar tercelup, dan serta merta daratan sekitarnya hilang ditelan ombak. Aku bangkit. Ah, sudahlah. Liburan masih panjang. Buat apa berkhayal macam-macam. Kulirik riak ombak di belakangku sekali lagi. Aku tersenyum sendiri. Bodoh sekali, bahkan Engkau tidak perlu mencelupkan ‘jari’-Mu hanya sekedar membuat tsunami. Karena Engkau Maha Segalanya ya Allah.

(sepenggal kisah Agustus 2008)

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

5 Responses

  1. Mas, tapi bener yang dibilang rindu.langit, suatu saat buatlah sebuah cerpen saja, gak perlu novel dulu, karena memang bahasamu khas banget.

  2. bener… kata2nya bagus banget, cocok jadi novelist…keep writing y!mudah2an bukan hanya karena diminta ikut lomba blogging aja :-) salam kenal aja dari saya…^^

  3. moumtaza: iya pak, makasih. akan saya pertimbangkan..
    na: salam kenal juga, terimakasih banyak ya..

  4. Mas, buat novel aja. wah..bisa nyaingi andrea hirata nanti.. :-)

  5. :) makasih mbak, iya deh.. nanti saya pertimbangkan.. mungkin awalnya cerpen dulu.. bikin novel kapaaan. Blog aja gak sempet2 nambah :D

Leave a Reply