‘Praduga tak percaya’. Prinsip utama untuk perkenalan lewat chating. Jangankan nama asli, jenis kelamin lawan bicara pun sulit dipastikan. Jangankan rayuan, canda pun sering keterlaluan. Saat itu, chating tak lain hanyalah kelakar semata dalam gairah dunia maya yang baru menggeliat. Namun, takdir sering mengalahkan prinsip.
Siang itu cerah. Hari buruk untuk kuliah. Tahun kedua memang membosankan. Matrikulasi sudah berlalu, mata kuliah jurusan belum jelas. Kulangkahkan kaki keluar gedung kuliah dengan lega. Target sudah ditetapkan. Warnet Balubur!. Kuperiksa kantungku. Beberapa lembar uang lima ribu. Cukup untuk dua jam.
Warnet itu ramai luar biasa. Internet sepertinya sudah menjadi endemi baru di kalangan mahasiswa. Ah, satu kursi kosong. Buka google, buka yahoo, dan tentu saja MiRC. Hm, nickname hari ini ‘mamoru’. Oke, sekarang cukup cari korban untuk bercanda. Sebuah nama tertangkap mataku, ‘ce_ehm’. Wah, cewek ehm nih. Kuklik nama itu, lalu kumulai seperti biasa, ‘asl?’ (age-sex-location?). Serta merta dia balas ‘f19bdg’ (female-19 tahun-bandung). Jantungku berdegup kegirangan. Bohong? siapa tahu, apa aku juga harus bohong?. Entahlah, hari ini aku sedang malas berbohong. Kutulis dengan cepat, ‘m21bdg’ (male-21 tahun-bandung). Percakapan pun dimulai. Chat yang cukup cepat. Baris berganti baris. Entah berapa halaman di layar telah kulalui. Bohong atau tidak, orang ini nyaman sekali diajak ngobrol. Aneh, tidak satupun kata bohong yang kutulis saat itu. Benar-benar bukan aku yang biasa. Sepertinya dia pun juga begitu. Rangkaian kalimat mengalir deras tanpa perlu berpikir. Jam warnet telah menunjukkan dua jam. Kurogoh kantungku, sial. Aku hanya bisa setengah jam lagi. Akhirnya kutulis kata yang belum pernah terpikir selama karirku di dunia maya, ‘mau ketemu?’. Hanya perlu lima detik untuk tahu jawabannya, ‘boleh’.
Hari sabtu yang ditunggu. Kuendus ketiakku untuk kesekian kali. Lumayanlah. Segera kunaiki Cicaheum-Ledeng sambil terus bertanya-tanya. Seperti apa dia, mudah-mudahan bukan laki-laki. Itu sudah cukup. Tak lama kemudian, aku sudah berdiri mematung di depan kampus itu. Di bawah plang Universitas Pasundan. Dia bilang baju biru dan celana jeans. Waktu berlalu. Sudah lima menit. Mudah-mudahan dia tidak mempermainkanku, atau jangan-jangan gerombolan mahasiswa jurusan seni yang ketawa ketiwi itu?. Lalu aku melihatnya. Baju biru dengan celana jeans. Manis. Tubuhnya mungil untuk seorang mahasiswi, tapi sangat manis. Kupaksa tidak mengendus ketiakku lagi.
Begitulah. Satu hari chating, satu hari bertemu, satu minggu saling bertelepon, sabtu minggu saling berkunjung, satu semester kutinggal belajar, satu tahun mengikat tekad, dan satu tahun sudah umur buah hatiku darinya saat ini. Terkadang, sinetron pun dapat berubah menjadi suatu finomena jika Sang Maha menghendakinya. Betul kan, cinta chating-ku?




Thursday, 4. December 2008
ikutan aaa….
Thursday, 4. December 2008
ha ha ha, Dol, mau ama gue ?
Thursday, 4. December 2008
Thursday, 4. December 2008
ternyata begitu ya kenalannya
Saturday, 6. December 2008
ckckckckck…
lancar sekali y fin..
pasti seperti semua yg dibayang2in yg suka chatting skenarionya …
hebattt…
Monday, 8. December 2008
Oooo… jadi gitu awalnya
Emang kalo udah jodoh, gak kan lari si manis dikejar
Monday, 8. December 2008
Duuhhh.. manis banget ceritanya… Thanks for sharing ya. (Btw, bertahun-tahun berteman, saya baru tahu Fino suka mengendus ketiak kalau mau ketemu cewek!!). Salam buat si cinta chatting dan buah cinta chatting
)
Tuesday, 9. December 2008
hehe…
gitu toh..
keren..2..2
Wednesday, 10. December 2008
Ketahuan ya … suka bohong di chating …. But nice … post …
Wednesday, 10. December 2008
cerita yang menarik …he…he
Wednesday, 10. December 2008
hehehe..mass, klo aku jadi sama yang sekarang ini niih..mari kita TOS! aku pun kenalnya dari dunia maya..mayyaa sekali, eh malah nyambung, aneh, padahal dulu aku paling antii sama yang namanya kopdaar! horee..mudah2an ya mas aku jadi ma dia niih! mohon doanyaa
Thursday, 11. December 2008
Eh, di foto yang lagi nyematin cincin kawin, yang pake baju penganten jawa warna putih, mas Fino kok mirip Indra Bekti ya… hihihi…
Btw, kalo ada yang komen itu mbok ya dibales gitu lho…
Thursday, 11. December 2008
hehe.. maaf semuanya telat bales. makasih banyak komen2-nya yak
naruto-chan: gitu deh, jaman jahiliyah dulu sering ngibul, sekarang sih.. masih



)
rizki & utari_novi: hah? bukannya situ udah tau ya ki?
anno: iya no, alhamdulilah
ellis: huehehe.. iya lis, dulu aku belom pake axe, jadi suka ngendus2, maklum keringat mahasiswa
nengdj: wah, bener nih din? selamat yak, semoga lancar juga deh
morening: hehe.. kamu orang kesekian yang bilang aku mirip indra bekti, yang lain bilang mirip christopher reeve (pengennya
yang lain: thx yaaak udah mampir.. doain bisa nulis sering.. ternyata konsisten itu sussah
Sunday, 21. December 2008
LSIK, suatu hari ketika MIRC masih nge-trend :
saya : ” Hahaha, mana ada kasus pacaran habis kenalan di MIRC bisa langgeng”
rekan : ” Lah, itu fino win? ”
saya : ” Hah, fino kenalan lewat chatting?!???”
premis itupun gugur,
(owh gini toh cerita aslinya hehehe)
Thursday, 25. December 2008
Sunday, 11. January 2009
sama dong ha ha ha ha ha jadian dech
Monday, 12. January 2009
hah? sama oom? hahaha
Friday, 16. January 2009
hahaha.. gue juga baru tau kalo fino suka nyium ketiak sendiri. gak pingsan lu, abis nyium?
tp ceritanya manis banget ya? almost too good to be true.
Friday, 16. January 2009
hehe.. baru tau ya ri? dulu aku belom kenal axe, jadi ‘natural’ aja, alias bergantung sama lifebuoy, jadi suka gak pede
Thursday, 5. March 2009
Thanks ur visit to my blog. nice web design.
Saturday, 4. July 2009
Very nice information. Thanks for this.
Sunday, 5. July 2009
Can you provide more information on this?