Takut.. belum pernah aku setakut ini. Tak kuasa kuberdiri. Dingin kota Bandung menyusup ke ruang beraroma tajam ini. Sama dinginnya dengan peluhku. Aku tak mau kehilangan engkau, belahan jiwaku. Seketika kepala mungil itu muncul. Aku tertegun, terbang ke dunia lain. Tangisan lirih dan lemah menyertainya. “Pak, adzan di kuping kanan”.. sepasang mata yang sejuk menatapku lega. Aku kembali ke bumi. Kupalingkan wajahku ke kotak kaca itu. Sebentuk tubuh mungil menangis di dalamnya. Selang bening terulur dari lubang hidung kecilnya.
Aku mendekat tak percaya. Kecamuk perasaan yang tak terbayang sebelumnya. Kudekatkan bibirku ke telinga kanannya. “Allaahu akbar…” bisikku bergetar. Tak kukenali suaraku sendiri. Sekali lagi “Allaahu akbar…”. Baru kali ini kalimat itu begitu menusuk hatiku. Penuh makna. Betapa Maha Besar-nya Engkau. Tangisan bibir mungil itu terhenti sejenak. Dia mendengarnya. Kuselesaikan panggilan tauhid itu. Kutatap lagi wajah merahnya. Sungguh, anugerah teramat indah dari Sang Maha.
Kutegakkan badanku. Rasa takut itu surut, walau cemas masih menghinggap. Kudekati sang belahan jiwa. Dia tak sadarkan diri. Kugenggam erat tangannya yang bersimbah peluh. Kucium lembut keningnya. Terimakasih, sayang. Hidup ini berat, tapi kan kujalani dengan pasti demi kau dan dia. Finomena ini takkan kulupakan…




Tuesday, 25. November 2008
Subhanallah bagus sekali blognya mas.. oya, selamat buat mas Fino dan Istri , selamat mendapatkan amanah baru.. menjadi ayah dan bunda:)…
Wednesday, 26. November 2008
mariana_silvania: makasih banyak ni..